Silabari dengan Delapan Ribu Tanda
Suku Yi (彝族) berjumlah sekitar 9 juta orang yang tersebar di Sichuan, Yunnan, Guizhou, dan Guangxi. Aksara tradisional mereka — disebut aksara Yi (彝文) — adalah sebuah silabari, di mana setiap tanda mewakili satu suku kata bahasa Yi lisan. Para sarjana telah mengkatalogkan lebih dari 8.000 tanda berbeda dari tradisi manuskrip berbagai klan dan wilayah.
Berbeda dengan karakter Cina yang menyampaikan makna melalui radikal, tanda Yi mengkodekan bunyi. Ini mirip dengan kana Jepang tetapi jauh kurang seragam. Setiap klan atau wilayah mempertahankan kumpulan tandanya sendiri.
Standardisasi Tahun 1980
Setelah berdirinya Republik Rakyat China, pemerintah mulai mempelajari aksara-aksara minoritas. Pada 1980, aksara Yi Standar (規範彝文) dikumandangkan: 819 tanda silabis, satu per suku kata dialek Liangshan yang dipilih sebagai varietas bergengsi. Sistem 819 tanda ini muncul hari ini pada rambu jalan bilingual di seluruh Prefektur Otonomi Yi Liangshan, dalam buku teks sekolah dasar, dan dalam siaran lokal.
Politik Standardisasi
Tidak semua orang menyambut reformasi tersebut. Para sarjana dan tetua yang bisa membaca korpus 8.000 tanda tradisional berpendapat bahwa standar baru menghapus nuansa dialek dan membuat ribuan manuskrip bersejarah tak terbaca bagi generasi muda yang hanya terlatih pada standar 819.